Recovery of an MMO Junkie – Episode 07

Masih ingat? Tentu saja.
3 episode lagi ….

[spoiler title=”Tautan unduh:”]810ptautan
480ptautan
Mapunduh2[/spoiler]


Berikut isi skrip episode kali ini.

Maaf! Ada urusan mendesak jadi off dulu!

Kemarin, aku membuat Kanbe curiga dengan tingkahku belakangan ini.

Tanpa penjelasan apa pun saat itu aku langsung log-out.

Hanya dengan semua itu saja sudah cukup membuatku jadi berat hati.

Dan terlebih ….

Bertemu dengan Hayashi ….

Untuk mendengarnya membahas tentang aku dan Koiwai saja aku tidak berani.

Aneh, ya.

Bagiku Lily itu seharusnya seseorang yang periang.

Episode

Kau dan aku, lalu dirimu dan diriku

Apa Lily hari ini tidak online, ya?

Biasanya di hari minggu ….

Jika aku dari siang sudah log-in, dia bilang “Senangnya” gitu.

Kejadian tabrakan waktu itu ….

Lalu mendengar cerita yang mirip tentang orang lain ….

Aku berpikir, “Cerita yang mirip gitu bisa juga, ya.” lalu mengabaikannya.

Kalau diingat lagi, ternyata memang ceritaku dan Morioka.

Sebagai Lily yang memberlakukan Hayashi dengan baik sungguh menyenangkan.

Apa aku boleh ambil semua?

Sudah lama tidak main sama pemula.

Lucu dan rendah hati, lalu perkataannya juga tulus.

Pakai yang mana, ya?

L-Lily!

Mungkin dari saat itu.

Aku berpikir “Sesuatu yang kudapat di game …. Harus kukembalikan di game juga.”

Perasaanku tergerak pada saat itu, dan ingin menjaga pengalaman itu di game.

Hayashi yang membuat dirinya peduli padaku ….

Dan itu membuatku jadi ingin melakukan hal yang sama padanya.

Sebenarnya, aku tahu kalau aku terlalu ikut campur.

Dan jika tidak tahu apa pun, aku bisa terus seperti itu selamanya.

Mengetahui baik Hayashi dan Morioka lebih banyak ….

Membuat “Mungkin saja” menjadi “Memang benar”.

Benar-benar gawat.

Sekarang ini, aku ….

Hayashi ….

Morioka ….

Ingin bertemu.

Lily, selamat malam!

Malam!

Malam!

Selamat malam, teman-teman.

Lily, mau ngapain?

Hari ini kupikir aku akan menyusun barang-barangku.

Sepertinya pakaianku agak kebanyakan.

Mau liat, mau liat.

Karena Lily punya banyak pakaian, jadi fashion show, dong.

Aku juga ingin lihat.

Koleksi avatarmu.

Akan ….

Akan ….

Akan kuperlihatkan.

Ba-Bagaimana?

Benar-benar cantik!

Wah, enaknya!

Koleksi pakaian Lily-chan yang terkenal ada beberapa ….

Aku jadi enggak tahan mau itu dan ini, beneran pengen!

Tapi tidak ada duit, kesel.

Kau jangan bersaing seperti itu dengannya.

Dia sudah mengambil pelatihan khusus dan ketagihan membeli konten berbayarnya.

Kalau diperhatikan ….

Ternyata kalau cewek ada berbagai macam desain yang dibuat, enak ya.

Gaya rambut saja bisa di ganti.

Buat cowok juga kalau gaya rambutnya enggak pendek, bisa di ubah loh.

Contohnya pita ini, kalau dipakai Hime…

Agak mengecewakan untuk gaya yang sederhana

Gimana?

Eh? Jadi makin pendek.

Karena ukuran panjangnya memang dari itemnya, jadi mau gimana lagi.

Tapi mengubah gaya rambut tanpa harus membayarnya beneran menyenangkan, loh.

Eh …. Enak ya.

Aku juga seharusnya memilih gaya rambut lain yang tidak pendek.

Loh ….

Eh?

Kalau begitu ….

Karena Kanbe tidak pendek, bukannya dia bisa menggunakan peralatan pengubah gaya itu?

Dulu, aku pernah satu kali memintanya.

Kalau ingat jadi ingin ketawa.

Benar-benar lucu.

Tapi mungkin Kanbe bisa marah.

Kanbe itu orangnya baik yang bisa baca situasi ….

Mungkin saja dia akan memakainya.

Kalau kami datang ke sini, artinya mungkin bakalan ngomongin itu.

Rasanya ….

Gugupnya sama seperti saat pertama kali keluar bertemu klien saat kerja.

Aku terus berpikir apa yang akan terjadi ….

Dan membayangkan semua bagian terburuknya.

Bukankah sudah kuputuskan?

Aku pikir hari ini Lily tidak akan datang.

Ma-Maaf, lagi ada beberapa urusan.

Oh tidak apa, maaf.

Aku senang bertemu denganmu.

Syukurlah, aku ingin berterima kasih atas semua saranmu tempo hari ….

Dan ingin membicarakan banyak hal.

Oh ….

Tuh, kan.

Aku sungguh melakukan yang terbaik dengan caraku ….

Tapi malah berakhir jadi banyak cobaan.

Waduh, masa iya?

Aku tahu.

Acara ketemuannya harusnya keesokan harinya ….

Tapi aku salah dan malah pergi.

Aku jadi menunggu sekitar satu jam sendirian.

Aku tahu.

Sepertinya repot juga, ya.

Iya, eh tapi ….

Ini yang paling mengejutkan ….

Aku bertemu lagi dengan orang berkaca mata itu ….

Sepertinya dia rekan kerja dari orang yang membuat janji itu ….

Dan dia datang karena dia sadar kalau aku mengunggu.

Kalau ini kebetulan, hebat banget, ‘kan?

Kebetulan yang sebenarnya, masih ada di sini, kok.

Siapa sangka pemula yang tiba-tiba aku bantu …

… adalah orang yang membuat manual di perusahaanku.

Kayak di manga saja, ya?

Iya, kan.

Aku ….

Aku Lily.

Pasangan dari Hayashi dan perempuan.

Pada awalnya aku itu tidak terlalu lemah terhadap alkohol …

… tapi karena sudah lama sejak aku minum dengan seseorang jadi malah tidak biasa.

Aku selalu merepotkannya tapi dia masih saja baik padaku.

Aku tidak bisa bertemu dengan Morioka lagi.

Dan aku tidak akan ikut campur urusannya, tak peduli apa pun yang dikatakan Koiwai.

Meski pun aku pernah bikin dia kecewa dulu.

Karena itu, seperti biasa saja.

Sungguh, orangnya sangat perhatian dan hebat banget.

Tunggu dulu.

Hari berikutnya, aku banyak berbicara lebih dari biasanya.

Itu sebenarnya membuatku senang.

Tapi itu karena kemarin ….

Aku bisa berbicara dengannya soal orang yang akan kutemui.

Aku bisa berusaha keras karena dia memberikan banyak saran.

Sudah, jangan di lanjutkan lagi ….

Ngomongin lagi aja soal Koiwai!

Oh, mungkin karena itu.

Entah kenapa kebaikannya mengingatkanku pada Lily.

Jadi sekilas seperti melihatmu ….

Dan karena aku menyukai Lily ….

Jadi itu sebabnya aku merasa senang.

Kalau diteruskan ….

Tidak mungkin dia sudah menyadarinya, ‘kan?

Meski kupikir aku tidak boleh mendengarnya berbicara seperti ini sebagai Sakurai ….

Tapi aku malah merasa senang.

Maaf ya, Morioka.

Sakura-chan!

Hari ini luang?

Oh, kau harus pergi akhir minggu ini, ya?

Kasihan banget.

Apa? Eh enggak, bukan sesuatu yang penting.

Sampai nanti, semangat ya!

Padahal sekalian saja, aku mau mengajak Sakurai main.

Yah, lebih baik aku mempersiapkannya dengan bertanya kepada Morimori-chan ….

Kalau soal game online.

Telepon?

Dari siapa?

K-Koiwai?

Kau ingin aku memberitahukan soal game online?

Eh? Sekarang dengan notebook?

Spesifikasinya?

Eh? Kau sedang mengunduhnya?

Bukan, yang paling penting dia mau main game online …. Beneran?

Tu-Tunggu!

Barusan memang aku beneran senang ….

Tapi aku ‘kan main jadi hode!

Selain itu lagi ada Koiwai.

Aku akan melindungimu.

Tetap berada di dekatku, ya!

Serahkan saja padaku!

Karena memalukan sekali, enggak mungkin, enggak mungkin!

Morimori-chan? Morimori-chan?

Dan jika tiba-tiba saja kami berpapasan dengan anggota guild lain ….

Bagaimana aku harus menjelaskannya?

Maaf. Eh ….

Ini downloadnya sudah selesai ….

Dengan begitu aku bisa bermain sekarang, ‘kan?

Kalau enggak di instal ya enggak bisa main.

Oh. Kalau selesai itu aku jadi bisa, ya?

Iya.

Kalau begitu, kalau sudah selesai di instal akan kuhubungi lagi.

Ba-Baik, sampai nanti.

Maaf membuatmu menunggu.

Sepertinya aku ada urusan, jadi hari ini aku akan off, ya.

Oke, kerja bagus.

Kami hanya bermain bersama sebentar ….

Jadi tidak perlu memberitahukannya ke Kanbe, ‘kan?

Aku tidak terlalu ingin mengenalkan teman game onlineku padanya juga.

Apa? Kau ini, bukannya ada kerjaan di akhir minggu?

Nah sekarang ….

Aku harus membuat karakter baru.

Cewek, ya?

Sepertinya bagus kalau tipenya yang keren dan cantik ….

Tapi ini hanya untuk bermain dengan Koiwai ….

Jadi aku akan bikin acak saja.

Aku malah membuat jadi tampak seperti karakter Lily ….

Kurasa Lily sekarang adalah imajinasiku soal kecantikan.

Kalau di ingat lagi …

… aku pernah punya karakter pendukung di game online yang dulu kumainkan.

Aku juga sebenarnya suka dengan penampilannya.

Baiklah.

Ya, habisnya aku enggak tahan.

Mulai sekarang aku akan jadi NEET dan mendedikasikan diriku untuk game online ….

Koiwai bilang dia sudah selesai dengan tutorialnya ….

Seharusnya dia sudah datang ke sini.

Eh, eh …. Kanbe!

Apa?

Ada karakter yang gila banget, di desa permulaan.

Apa?

Barusan aku sepertinya selesai di jelasin ini itu ….

Dan sekarang aku berada di desa gitu ….

Oh, dan namaku adalah Harumi ….

Cewek cantik dan tinggi, loh.

Cewek?

Yang itu ya?

Eh ….

Eh, Harumi? Aku Mori.

Halo, Molly-chan!

Ada sesuatu yang luar biasa!

Morimori-chan!

Eh, Harumi!

Ayo bentuk party dan kita bicara di chat party saja!

Kalau begini terus, pemain lain bakalan ngeliat semua chat kami.

Iya, ayo gabung!

Eh ….

Aku enggak apa-apa kok gabung juga.

Eh? Kenapa tiba-tiba malah ganti sifat gitu?

Aku terinspirasi karakter ini dari karakter utamanya game lain.

Cantik dan keren, cewek pirang ganas, loh.

Jadi karakter ini memang ada?

Tuh tuh, yang itu!

Wah, itu sih unik abis!

Udah gitu dia ngomong di chat umum.

Sudah pasti pemula.

Itu Kanbe dan Nico, gimana nih?

Namaku ‘kan beda, jadi tidak akan masalah, ‘kan?

Terus “party chat”? Gimana caranya?

Apa aku sudah memakainya?

Sudah pakai?

Masih belum, kok.

Party chat itu ….

Caranya dengan menekan tombol kecil di sebelan kanan kotak memasukkan teks.

Oh?

Nico mulai mengajak berbicara.

Terima kasih.

Oh, Harumi, barusan kau mengatakannya di party chat jadi dia tak akan tahu.

Loh?

Terima kasih banyak.

Karakterku beneran aneh!

Bikin ngakak!

Lalu, kalau pemain yang di sebelahmu itu bukan pemula, ‘kan?

Y-Ya, begitulah.

Maaf, karena mengganggu waktu kalian bermain.

Enggak, enggak, sama sekali tidak.

Aku sangat senang bisa berbicara dengan orang yang tidak kukenal.

Namaku Harumi. Mohon bantuannya.

Keadaan ini, canggung abis.

Senang bertemu denganmu.

Oh iya, kenapa namamu memakai asli bahasa Jepang?

Ini sebenarnya nama dari adik laki-lakiku dan karena enak ya begitulah.

“Karena pas” itu bukanlah alasan yang bagus!

Kupikir dia hanya mencoba untuk membantu pemain pemula …

… tapi kalau mau main bareng, sepertinya agak aneh kalau diam terus.

Eh, Kanbe ….

Oh? Kaget aku. Ada apa?

Kanbe jadi sopan seperti ini rasanya enggak nyaman banget.

Tapi awalnya dia memanggil “Hayashi-kun.”

Dibandingkan saat ini, dia memperlakukanku seperti orang asing saat dulu.

Kalau mikir soal itu, aku jadi senang kami bisa jadi akrab.

Eh, eh, sebenarnya, aku ….

Hai …!

Kerja bagus yang sudah kerja di hari libur.

Aku menghubungimu sebelumnya karena aku ingin bermain game online dengan Morimori-chan.

Aku sedang mengunduhnya saat ini!

Sudah kuduga itu Fruits de Mer!

Apa Morioka yang mengajaknya?

Tanpa sepengetahuanku, sepertinya mereka jadi lebih dekat ….

Gimana nih?

Jika mereka terus jadi dekat seperti ini, bukannya Lily jadi pengganggu saja?

Foto lagi.

Jika aku tidak terlalu memikirkannya ….

Karakter ini sepertinya …

… sudah aku kenal dari dulu.

Sepertinya semua orang geraknya cepat sekali.

Tunggu sebentar, Kanbe.

Harumi lagi berhenti.

Apa yang terjadi?

Entahlah.

Harumi! Hayoloh ada apa?

Ke toilet? Toilet, ya?

Ketiduran, ya?

Atau mungkin ada orang tuamu? Apa orang tuamu datang?

Kayaknya lagi debat, ya? Eh? Lagi berantem?

Sepertinya karakter itu ….

Orang yang waktu itu, kali ya?

Eh, eh ….

Ya?

Aku kembali!

Oh, maaf, aku lagi mengirim pesan jadi aku tidak bisa bermain sebentar.

Lagian, ini apaan?

Sebenarnya enggak ada maksud apa-apa sih.

Hanya sesuatu yang ingin kau lakukan saat ada karakter sedang AFK.

Oh.

Kalian berdua juga maaf sudah menunggu.

Tidak masalah.

Apa sudah selesai?

Oke, oke.

Gimana nih aku?

Padahal aku sudah yakin untuk tidak ikut campur.

Sejak saat itu aku tidak pernah menghubungi Morioka lagi.

Bahkan waktu Koiwai datang untuk memamerkan pesan yang di dapat dari Morioka …

… aku tidak memberi respons dan mengacuhkannya.

Yah, tentu saja aku sebagai Lily masih dekat seperti biasa.

Seharusnya itu saja sudah cukup.

Sesuatu yang sebenarnya kucari di game online itu …

… adalah tempat di mana aku bisa jadi diriku yang berbeda.

Aku juga bersenang-senang mencoba berbagai perlengkapan karakter cewek.

Dan di ketidakbiasaan inilah aku menemukan kesenangan yang tidak bisa kuhentikan.

Selama aku bisa jadi orang yang berbeda di mana pun ….

Padahal, seharusnya seperti itu.

Sebenarnya, banyak sekali perasaan ingin keluar dari perusahaan ….

Tapi, karyawan baru semakin bertambah.

Di game yang sebelumnya …

… ada banyak karakter dengan warna rambut dan mata seperti ini.

Tapi ….

Bukannya kau bisa bilang pada atasan atau bagian SDM?

Sepertinya tidak mudah untuk mengatakannya.

Sangat sulit.

Yuki.

Bagaimana pun juga aku jadi teringat teman lama yang dekat denganku.

Aku tahu kalau tidak mungkin khayalanku ada hubungannya dengan kenyataan, tapi ….

Sedikit saja, untukku bermimpi tidak masalah, ‘kan?

Aku kembali!

Se-Selamat datang.

Temanku juga bilang akan bermain.

Kalau datang mohon bantuannya, ya.

Eh?

Sakurai?

Episode Selanjutnya

Aku pikir yang kurasakan saat itu adalah cinta.

Aku benar-benar senang, bertemu lagi.

Apa aku mengecewakanmu?

Itu, tidak mungkin, pastinya.

Episode

Maju Selangkah ke Depan

Episode delapan,
maju selangkah ke depan.

slime0k

Kalau bisa simpel, kenapa tidak? BUFF terus ....

1
Komentar

avatar
  Notifikasi  
terbaru terlama reaksi terbanyak
Beritahu jika ada
Wahyu
Warga Net

Gw nunggu ini sampai kelupaan kalau ini anime ada ==”