Just Because! – Episode 04

Satu kata … sabar.

Proyek bareng dengan Imajisubs.

[spoiler title=”Tautan unduh:”]720ptautan
480ptautan
Mapunduh2[/spoiler]


Berikut isi skrip episode kali ini.

Kakak!

Udah taruh manisannya?

Udah …?

Belum.

Ya udah, aku ambil satu, ya!

Oh, aku juga …!

Jangan lari di toko! Satu orang satu saja, ya!

Kok kucing, sih?

Ada yang minta untuk membawa kucing, bukan anjing.

Kau tidak bilang harus anjing, kok!

Bilang kok.

Enggak nanya sama enggak minta!

Kalian … tidak ada yang peduli sama aku, ya …?

Tuh ‘kan tadi aku bilang apa!

Maaf, Soma!

Izumi, bantu dong!

Apa?

Kak Soma, lari! Lari!

Kau tidak apa-apa, Haruto?

Iya.

Semangat, dong.

Apa? Dari siapa?

Waduh, jadi semakin yakin kalau aku menyukainya.

Saat ke kuil nanti, sekali lagi akan kunyatakan perasaanku pada Morikawa.

Nih.

Makasih ….

Yang barusan bicara siapa?

Oh, aku, pak!

Jawabnya yang benar.

Maaf, pak. Itu tadi aku.

Harap tenang.

Hari ini, makasih, ya.

Natsume?

Eh, apa?

Kubilang, makasih untuk hari ini.

Ujian masuknya tidak terganggu, ‘kan?

Tenang saja, tidak kok.

Gitu, ya. Tapi tadi itu membantu banget.

Sampai Morikawa menyemangatimu.

Iya, mungkin.

Kalau kau?

Ya?

Maksudku, apa kau pacaran sama seseorang?

En-Enggak lah!

Sekarang, yang sedang kupikirkan hanya ujian masuk saja.

Ya, setidaknya kau suka sama seseorang, ‘kan?

Iya, sih.

Begitu, ya.

Yah, sebenarnya aku sudah menyukainya sejak lama.

Apa itu seseorang yang kukenal?

Mungkin.

Kayak Eita?

Eh?

Nih.

Buat kucingmu.

Kak Izumi, menurutmu gimana?

Apa?

Maksudku, tentang Kak Soma.

Pendapatku tentang dia? Ya, dia teman se-SMP.

Hanya itu?

Dia teman karibku.

Oh ….

Apaan?

Kalau tentang Ketua Natsume?

Cewek yang sekelas waktu SMP.

Omong-omong, kau memanggilnya “Ketua”, berarti Natsume masih jadi OSIS, ya?

Dia sudah berhenti, jadi mantan Ketua.

Berarti waktu SMP juga dia jadi OSIS?

Dia jadi Wakil Ketua OSIS.

Berarti, kau tahu lebih tentang dirinya.

Yah, wajar jika aku mengetahui hal tersebut.

Katanya tak tertarik, tapi ingat kalau dia adalah Wakil Ketua OSIS dan Sekretaris.

Aku enggak mengingat sejauh itu.

Apa jangan-jangan kakak suka sama kak Mio?

Bukan begitu.

Ini bukti fotonya.

Masih mengambil foto tanpa izin lagi!

Kalau kakak menyebutkan satu hal dari Kak Mio, baru akan kuhapus.

Keanehannya.

Eh, sebaiknya kau jangan mengatakan itu pada Ketua, deh!

Mana mungkin kukatakan.

Natsume?

Soma, kau cerewet banget.

Oh, maaf. Soalnya, aku lagi tergila-gila sama Morikawa, jadinya ….

Aku sih oke aja.

Semoga pernyataannya berjalan lancar, ya.

Semoga!

Tapi aku gugup banget, dah!

Makasih.

Ya, aku juga berterima kasih padamu.

Kak Izumi itu … orangnya baik.

Aku jadi menyukaimu.

Sebagai manusia.

Demi Kak Soma, kau memberitahu LINE-mu dan tentang “kecanggungannya”, ya ‘kan?

Aku tidak menyukaimu … sebagai manusia.

Yah, sudah banyak yang bilang begitu.

Yang penting, kau bisa menyatakan perasaanmu pada Ketua.

Sudah kubilang ….

Lebih baik menyatakan perasaan daripada bilang, “Aku tidak menyukaimu sebagai manusia.”

Kata-katamu itu membuatku kesal.

Lebih baik kau doakan saja pernyataan cintanya Kak Soma.

Oh iya, ini untukmu.

Jangan salahkan aku, kalau kau kalah sebelum berdiri di gundukan.

Dah!

Mengapa ekspresi wajahku seperti ini ….

Musim semi nanti, kakak mau ke Hyogo?

Siapa yang bakal senang karena kamarnya jadi luas?

Aku yang repot kalau Mitsuru dan Yuzuru bikin ulah.

Semangat, kakak!

Aku jadi ingin cepat-cepat kuliah.

Tinggal sendiri sepertinya enak, pasti sangat menyenangkan!

Oh, iya! Kunjungan kuil pertama untuk tahun ini, bagaimana?

Untuk tahun depan, tahu. Aku enggak deh.

Kalau Mayuko?

Pacarku tidak bisa dihubungi.

Mio juga tidak bisa, ya ….

Penghapus ini harus aku apakan ya?

Apanya yang sip coba?

Kamar mandinya sudah kosong, loh.

Iya, sebentar!

Eita?

Semoga Natsume lulus ujian masuknya.

Eh? Iya ….

Morikawa, tadi kau berdoa apa?

Kesehatan keluargaku dan Yoriko, serta kesuksesan ujian masuknya Natsume.

Kalau kau?

Kalau aku, ya ….

Akan kuberitahu nanti!

Soma?

Oh iya, sayang sekali mereka bertiga tak bisa datang, ya.

Sakit, beres-beres rumah, dan ujian masuk. Jadi mau bagaimana lagi.

Oh … iya juga, sih.

Maaf lama.

Beres-beres rumahnya sudah selesai?

Bagaimana dengan belajar untuk ujian masuknya?

Jangan begitu dong. Mendoakan kesuksesan ujianku lebih penting, ‘kan?

Ada apa?

Eh, Kak Mina mau ikut ke kuil juga?

Kakak?!

Hai, Eita, lama tak berjumpa!

Hai juga.

Waktu itu kau tidak langsung mengenaliku, tapi kakakku bisa langsung kau kenali.

Kak Mina tidak banyak berubah, sih.

Harusnya bilang, “Jadi tambah cantik,” dong!

Ya sudah, jadi tambah cantik.

Mio juga jadi makin imut, ‘kan?

Ih, Kakak ke sini cuma mau beli wasabi, ‘kan?

Ah, benar juga! Dadah!

Tolong jaga Mio, ya?

Jadi aku tidak dipuji ya?

Oh ….

Oh, ketemu!

Aduh, tempat ini jauh sekali, ya?

Eh …?

Maaf, aku terlambat, ya?

Tidak kok ….

Aku enggak akan mabuk lagi.

Kau sudah mengatakan itu ratusan kali.

Apaan, nih? Kau sedang membuat album foto pacarmu, ya?

Bukan, aku tidak punya pacar, kok.

Masa SMA-mu membosankan juga ya.

Yang penting aku menikmatinya.

Selamat tahun baru!

Karena itulah, aku takkan membiarkan Ekskul Fotografi dibubarkan.

Padahal jam segini, tapi masih ada orang, ya?

Iya.

Kau mengunjungi kuil tiap tahun?

Iya.

Kata Ayahku, sangat bagus jika mengunjungi kuil terdekat.

Ayahku juga bilang begitu.

Aku tidak boleh pergi ke kuil terkenal di daerah perkotaan.

Izumi?

Dari Soma?

Bukan.

Apa dari temanmu yang tinggal di Kyushu?

Iya, kurang lebih begitu.

Mencurigakan, ih ….

Gadis fotografi centil kenalanmu, apa dia memang selalu seperti itu?

“Seperti itu”?

Dia begitu powerful.

Iya, dia memang selalu powerful.

Oh, Komiya yang kelas dua itu?

Menggunakan motornya, dia mengambil banyak foto pada turnamen lari.

Kehebatannya bukan cuma dalam satu hal.

Tapi para cowok menyukai dia, loh.

Eh ….

Di kalangan cowok Ekskul Lari, dia digemari karena keimutannya.

Aku tidak berpikir seperti itu, kok.

Kok ditutup-tutupi, mencurigakan, ih.

Kan kau yang memperkenalkannya.

Soma?

Eh? Ah, ada apa?

Aku membawa amazake, kau mau?

Oh, makasih.

Apa tanganku dingin?

Tidak! Malah sebaliknya ….

Cangkirnya panas ….

Panas!

Padahal aku mau bilang, “Hati-hati.”

Nih, aku punya teh.

Itu punyamu, ‘kan …?

Rasanya asing banget, ya?

Soalnya aku belum pernah keluar sampai selarut ini.

Dan hanya ditemani oleh kau seorang.

Yah, itu ….

Kita jarang ngobrol di kelas, ya?

Tapi aku ingin bisa ngobrol seperti ini secepatnya.

Eh?

Aku selalu mendengarkan permainan trompetmu.

Ketika latihan bisbol sepulang sekolah, permainanmu terdengar sampai ke lapangan.

Mungkin saja itu bukan aku, tapi orang lain.

Itu pasti kau!

Soalnya permainanmu, lebih bagus daripada orang lain.

Ketika kau menyemangati kami di turnamen musim panas, aku begitu senang sekali!

Karena itulah, aku ….

Morikawa, ikut aku.

Eh?

Ada apa?

Lihat.

Soma dan cewek dari kelas kita?

Apa Mio takkan keberatan?

Eh? Kok jadi ke Mio?

Soalnya dia selalu perhatian sama Soma.

Masa, sih?

Ah, tapi cewek Ekskul Orkes takkan mungkin mengalahkan Mio.

Baguslah kalau begitu.

Soalnya aku benci sama cewek pendiam itu.

Soma?!

Maaf ….

Tadi ada teman sekelas kita.

Tak apa ….

Turnamen lari jarak jauh sudah dekat!

Kak Yoriko, tolong doakan agar kami juara, dong!

Kami mohon.

Kami mohon!

Itu akan sangat berarti bagi kami, jadi tolong sekali lagi!

Sip! Baiklah!

Terima kasih banyak.

Maaf, Natsume, Izumi, kita berpisah di sini.

Ayo.

Apa Soma bisa menyatakannya dengan benar atau tidak, ya?

Entah.

Jangan sampai seperti waktu itu, deh.

“Besok aku senggang,” dia takkan bilang begitu lagi, ‘kan?

Usahanya benar-benar gigih, ‘kan?

Benar.

Izumi!

Mau coba ini?

Malas.

Satu kali aja.

Mitsuru dan Yuzuru, tiap hari menanyakan, “Kapan kami bermain lagi sama Soma.”

Oh ….

Kupikir mereka sangat senang saat ikut sama kita ke Akuarium.

Begitu, ya ….

Mereka menggambar banyak hal tentang hari itu, nanti datang kau lihat, ya?

Tentu.

Morikawa!

Tidak pasti ….

Kalau Izumi?

Semoga beruntung.

Yah, enggak apa-apa meski nasib cintaku sial, sih.

Untuk sekarang fokus dulu ujian masuk.

Tidak apa-apa?

Yah, “sedikit keberuntungan,” kurang bagus, sih.

Bukan itu.

Tapi mengenai Haruto.

Sejak SMP selalu seperti ini.

Aku membuat semuanya jadi kacau.

Tapi sekarang ini aku ada ujian masuk!

Kupikir bakal lebih baik jika ada seseorang yang mengajakku pacaran.

Kalau itu terjadi, aku pasti bakal bisa lebih fokus lagi!

Jadi, demi kesuksesan ujianku, aku harus menyemangati Souma.

Benar, ‘kan?

Hal itu sama sekali tidak ada bagusnya ….

Apa maksudmu?

Menutupi kegelisahan dengan alasan ujian masuk.

Itu bukan alasan!

Baru dapat “keberuntungan”, langsung jadi sombong.

Lebih baik dari “sedikit keberuntungan,” ‘kan?

Ini tidak ada hubungannya denganmu!

Karena tak ada hubungannya, jadi diamlah!

Apa maksudmu dengan itu?

Aku juga selalu memikirkan tentang dirimu!

Karena sejak SMP, aku sudah tahu mengenai hal ini ….

Jadi mustahil ini tak ada hubungannya denganku, ‘kan?

Maaf karena sudah berkata seperti itu ….

Aku menyukaimu, Morikawa!

Aku menyukaimu!

Maukah kau jadi pacarku?

Maaf ….

Aku tidak bisa.

Begitu, ya ….

Maaf.

Maaf.

Aku ….

Pulang duluan ….

slime0k

Kalau bisa simpel, kenapa tidak? BUFF terus ....
Notifikasi
Beritahu jika ada
guest
4 Comments
terlama
terbaru reaksi terbanyak
Inline Feedbacks
View all comments
Jack
Jack
29/05/2018 02:46

Kenapa gak lanjut ke BD aja min

Muzzin
Muzzin
30/05/2018 00:01

Yg di kbagi banyak file yg kehapus, reupload dong…